Minggu, 04 November 2012

Ekspresif



Menggambar Ekspresif
Menggambar ekspresif merupakan salah satu teknik menggambar yang sering dipergunakan oleh para seniman maupun para perancang dalam mengungkapkan gagasan kreatifnya. Berbeda dengan gambar bentuk yang menampilkan gambar apa adanya dan berupaya untuk menghindari unsur subyektif (perasaan, emosi) dalam menggambar ekspresif unsur perasaan si penggambar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gambar itu.
Bagi para seniman besar, seperti Affandi, menggambar atau melukis ekspresif telah menjadi bagian dari karakter kesenimannya. Namun demikian, bagi para siswa sebaiknya menggambar bentuk dikuasai terlebih dahulu secara sempurna baru kemudian mulai mencoba menggambar ekspresif. Upayakanlah berekspresi tidak secara radikal, tetapi berekspresilah secara lembut dan obyek gambar masih terlihat dengan jelas.
1.      Apa Itu Gambar Ekspresif ?
Gambar ekspresif adalah gambar yang dibuat secara bebas berdasar pada imajinasi, persepsi, dan penafsiran penggambar kepada obyeknya. Gambar ekspresif kerap dicirikan dengan bentuk yang dilebih lebihkan (didramatisir) atau bahkan bentuk yang direduksi (hanya esensinya), penerapan warna yang bebas (tidak sama dengan obyeknya aslinya), komposisi gambar yang bebas, penerapan asas menggambar secara bebas (kadang tidak mengikuti kaidah perspektif, bayangan, skala), bahkan banyak pula gambar ekspresi yang obyeknya tidak jelas (abstrak).
Kegunaan gambar ekspresif amatlah banyak. Baik sebagai media berekspresi penggambar secara bebas, pelengkap sebuah cerita agar terlihat lebih hidup, merekam sebuah kejadian secara cepat , mengritisi atau menyindir keadaan sosial, atau bahkan sebagai sarana untuk berkomunikasi.
2.      Kegunaan Gambar Ekspresif
Di samping kemahiran menggambar bentuk yang lebih menekankan kapada kemahiran menangkap obyek-obyek natural apa adanya, ada juga kemahiran menggambar ekspresif yang diperlukan untuk mengekspresikan diri.
Dengan mengekspresikan diri, diharapkan dalam diri seseorang akan tumbuh kepekaan rasa, meningkatkan daya imajinasi, dan mampu mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa rupa yang baik.
Di samping berfungsi untuk mengekspresikan diri, kemahiran menggambar ekspresi juga memiliki guna praktis dalam kehidupan sehari hari. Baik itu bagi mereka yang berprofesi sebagai perancang, seniman, ataupun mereka yang memiliki hobi menggambar. Menggambar ekspresif dapat pula dilakukan dengan cat minyak, cat air pensil, pastel, atau bahan lainnya.
3.      Asas Menggambar Ekspresif
Dalam menggambar ekspresif, asas asas menggambar tetap perlu diperhatikan. Hal tersebut sangatlah penting bagi mereka yang mempelajari menggambar atau berkarya secara benar. Asas-asas tersebut antara lain sebagai berikut.
1.      Komposisi
Komposisi adalah cara mengatur atau mengorganisasikan unsur-unsur gambar sedemikian rupa sehingga secara keseluruhan gambar tersebut terlihat harmonis.

2.      Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan adalah cara mengatur obyek gambar secara serasi dalam bidang gambar, sehingga obyek gambar utama terlihat jelas. Keseimbangan dapat dicapai dengan mengatur keserasian obyek gambar simetris, ambigu, ataupun netral. Keseimbangan simetris adalah komposisi serasi dua obyek atau lebih dengan membagi dua bidang gambar secara sama.
3.      Proporsi
Proporsi adalah asas kesebandingan dan kepatutan bentuk yang didekati oleh beberapa teori. Teori proporsi klasik yang hingga sekarang masih sering diacu adalah teori Golden Section yang telah ada sejak jaman Yunani. Namun demikian, dalam menggambar ekspresif proporsi dapat dicapai melalui unsure-unsur kesebandingan dengan bentuk lain atau kewajaran visual yang dapat diterima oleh logika. Seperti proporsi manusia, binatang, benda, bangunan, atau lingkungan yang tetap memiliki unsure-unsur yang dapat diterima oleh pengalaman manusia dalam menghadapi obyek (tidak terlampau janggal atau naïf).
4.      Dinamika dan Irama
Irama adalah kesan bergerak sebuah garis, warna, atau bentuk baik secara berulang maupun dinamis, sehingga secara keseluruhan tidak monoton. Bentuk yang berirama dapat dimengerti sebagai bentuk yang dinamis. Perwujudannya dapat berupa bentuk yang lembut, tiba-tiba “keras”, kemudian halus lagi, kemudian “keras”. Irama juga dapat berulang-ulang sesuai dengan pola yang telah digariskan, tetapi juga dapat bersifat acak namun polanya masih terlihat. Dalam menggambar ekspresif, irama dapat dicapai oleh permainan garis (arsiran), warna, bentuk, dan karakter.
5.      Aksentuasi
Aksentuasi adalah upaya untuk mengungkapkan unsur pembeda pada satu ungkapan bahasa rupa agar tidak berkesan monoton dan membosankan. Unsur aksentuasi dapat dibuat dengan warna kontras, bentuk berbeda, atau irama yang berbeda dari keseluruhan ungkapan. Dalam menggambar ekspresi, aksentuasi dapat dicapai melalui focus obyek gambar, penggunaan warna kontras, atau ketebalan garis.
6.      Kesatuan (Unity)
Kesatuan adalah paduan dari berbagai unsur bahasa rupa yang membentuk sebuah konsep ketautan dan pengikatan sehingga menimbulkan kesan satu bentuk yang terkomposisi secara baik. Dalam menggambar ekspresif, unsur kesatuan dapat dicapai melalui kesamaan ekspresi garis, karakter obyek gambar yang sama, atau penggunaan warna yang berdekatan.
4.      Bagaimana Menggambar Ekspresif
Menggambar ekspresif hakikatnya sama dengan cara menggambar yang lain, namun lebih ditekankan pada unsure pengungkapan ekspresi penggambarnya ketika menangkap obyek gambar.
1.      Media
Media untuk menggambar ekspresif pada umumnya tak terbatas, selama bahan tersebut dapat digambari. Media untuk menggambar dapat berupa satu bahan, aneka bahan, atau campuran (mix media), baik kertas, kanvas, karton, atau bidang datar lainnya. Lebar bidang dan jenis media untuk menggambar ekspresif ditentukan oleh tujuan dan karakter yang ingin dicapai oleh penggambar.
2.      Obyek
Sama halnya dengan proses menggambar yang lain, obyek gambar untuk menggambar ekspresif amat tidak terbatas. Mulai dari fenomena alam, benda buatan, bangunan, kegiatan sosial, peristiwa penting ataupun obyek khayalan (fantasi).
3.      Teknik Dasar Menggambar Ekspresif
Berbeda dengan halnya gambar bentuk yang mengejar kesempurnaan visual dan detil, menggambar ekspresif memiliki kecenderungan untuk mengolah gambar dengan penafsiran emosional penggambarnya. Sebuah pohon misalnya, tidaklah harus
penuh dengan daun dan berwarna hijau, sebuah gunung tidaklah harus berwarna biru, atau wajah manusia tidaklah harus tampak seperti potret/foto.
Beberapa teknik dasar dalam menggambar ekspresif antara lain sebagai berikut.
1.      Menekankan unsur spontanitas
Dikarenakan obyek gambar selalu berubah dan dinamis berdasar waktu dan situasi, maka dalam menggambar ekspresif, penggambar haruslah menangkap suasana secara spontan. Buatlah garis besar gambar (sketsa) terlebih dahulu, kemudian secara bertahap disempurnakan.
2.      Berekspresi dengan garis dan warna
Salah satu unsur penting dalam menuangkan ekspresi adalah warna. Ungkapkanlah warna-warna secara spontan berdasar suasana dan ungkapan ekspresif. Dalam pengungkapan warna tidak perlu harus terikat oleh unsur-unsur ‘kecantikan’ seperti halnya gambar potret (natural).
3.      Menuangkan emosi
Berbeda dengan menggambar bentuk, dalam menggambar secara ekspresif unsur emosi penggambar amatlah penting dituangkan, baik dalam wujud garis, warna, maupun bentuk.
4.      Merekam dinamika
Gambar ekspresif yang baik jika penggambar mampu merekam atau mewujudkan imajinasinya secara dinamis (tidak monoton atau kaku). Setiap karakter dan unsur gambar betul-betul dituangkan dalam wujud yang hidup dan ekspresif, seperti unsur kegembiraan, unsur mencekam, unsur kegetiran, unsur heroik, unsur kemiskinan, unsur petualangan, atau peristiwa alam yang betul-betul hidup. Untuk beberapa jenis gambar ekspresif seperti karikatur, kartun, atau ilustrasi, kerap disertai dengan unsur dramatisasi dan melebih-lebihkan suasana.
5.      Karakter Ekspresi pada Gambar
Meskipun gambar atau lukisan yang kita jumpai tidak selalu beraliran Ekspresionisme tetapi secara garis besar, gambar ataupun lukisan yang bermuatan ekspresi memiliki karakter-karakter sebagai berikut.
1.      Serba Dinamis
Dalam menggambar bentuk atau menggambar potret (naturalistik), gambar bersifat statis dan dibuat persis apa adanya. Sedangkan dalam menggambar ekspresi, gambar dibuat dinamis, seperti seolah-olah gambar itu berbicara atau mengekspresikan gerak. Dalam menggambarkan pemandangan alam, buatlah obyek didalam gambar tersebut bergerak seperti kena tiupan angin, badai, atau adanya sebuah peristiwa alam yang dramatis.
2.      Menekankan Aspek Suasana
Suasana juga dapat direkam melalui gambar ekspresi, seperti suasana gembira, sedih, mencekam, ketakutan, ataupun suasana panik. Penggambarannya dapat diekspresikan melalui ekspresi wajah, keadaan di dalam sebuah ruangan, ataupun obyek lainnya yang menarik.
3.      Unsur Kehidupan Sosial
Bentuk kegiatan sosial, seperti pasar tradisional, pesta kampanye, hari lebaran, demonstrasi, peringatan hari kemerdekaan, menuai padi, kemacetan lalu-lintas, ataupun kumpulan anak bermain merupakan tema yang menarik untuk digambar. Faktor utama dalam penggambaran tersebut adalah ekspresi kelompok yang terlibat di dalamnya serta situasi dinamis yang terjadi.
4.      Merekam Saat Kejadian Secara Dramatis
Keunikan gambar ekspresif adalah keunggulannya dalam merekam kajadian, baik dalam bentuk sketsa maupun gambar ilustratif. Meskipun di zaman modern telah ada kamera, namun kualitas estetik dan suasana ekspresi suatu kejadian tidak seunik jika direkam oleh tangan dalam menggambar.
5.      Fantasi
Kemampuan imajinasi (daya khayal) manusia bersifat tidak terbatas, demikian pula dalam menggambarkan obyek imajinasi tersebut. Penggambaran imajinasi tersebut dapat berupa tokoh-tokoh khayal, situasi masa depan, alam mimpi, atau peristiwa sejarah.
6.      Komedi
Obyek gambar lainnya yang menarik dalam gambar ekspresi adalah menggambar karakter figure yang lucu, peristiwa yang lucu, ataupun suatu perilaku yang mengundang selera humor. Bentuk pengungkapannya dapat berupa gambar kartun, bersifat karikaturis, ataupun komedi khayalan.

4.      Terapan Gambar Ekspresif pada Rancangan
Selain untuk mengungkapkan ekspresi sang penggambar, seperti halnya seorang pelukis atau pematung kemahiran menggambar ekspresif juga dapat diterapkan untuk penggunaan yang lebih luas, baik untuk mendukung karya desain grafis atau mengungkapkan ide desain secara spontan.
Beberapa kegiatan perancangan dibawah ini, banyak memanfaatkan kemampuan menggambar ekspresif dalam penyajiannya.
1.      Ilustrasi
Ilustrasi adalah gambar ekspresif untuk memperjelas satu narasi atau cerita. Ilustrasi dapat berupa gambar hitam putih ataupun gambar berwarna. Secara umum ilustrasi merupakan penggambaran bebas atas satu obyek ataupun dapat berupa penggambaran imajinasi perancang atau penggambarnya. Ilustrasi umumnya merupakan gambar yang memperjelas, merangkum, menafsir, ataupun memperkaya teks tulisan. Namun ilustrasi dapat juga berupa gambar yang bercerita. Fungsi ilustrasi adalah gambar yang dapat memperkuat isi cerita (gambar yang membantu pembaca untuk mengembangkan imajinasinya). Ilustrasi juga dapat berupa wajah dari keseluruhan cerita, seperti halnya ilustrasi kulit luar buku atau ilustrasi cerita pendek.
Namun demikian, ada pula gambar ilustratif yang dikerjakan tanpa unsur ekspresi, seperti gambar ilmiah, gambar bagan, gambar keterangan, dan sebagainya yang bobot informasi keakuratannya tinggi.
Dalam membuat ilustrasi, banyak penggambar yang mengkomposisikannya dengan foto, teks, huruf, dan juga unsur rupa lainnya. Dengan demikian ilustrasi menjadi sangat kaya dengan informasi dan makna. Terapan ilustrasi sangatlah luas, baik dalam buku cerita, majalah, surat kabar, iklan, maupun sebagai catatan pribadi.
2.      Sketsa Ide
Sketsa ide adalah gambar cepat untuk merekam suatu obyek gagasan, peristiwa tertentu, atau gagasan kreatif. Namun, sketsa dapat pula berupa gambar abstrak yang dikembangkan dari imajinasi penggambar. Gambar sketsa bersifat gambar esensial suatu obyek karena dibuat cepat sebelum momentumnya hilang.
Teknik menggambar sketsa amatlah beragam, baik menggunakan pensil, pena, rapido, bolpoin, ataupun spidol. Gambar sketsa kerap meninggalkan kaidah-kaidah gambar yang lazim, seperti proporsi, komposisi, bayangan, atau pengarsiran gambar secara lengkap. Namun, dalam menggambar sketsa yang baik, kaidah-kaidah menggambar tetap dipertahankan.
3.      Karikatur
Karikatur adalah gambar yang mengungkapkan situasi sosial, tokoh politik, tokoh terkenal, dan berbagai fenomena kebudayaan secara kritis, bahkan untuk hal-hal tertentu kerap didramatisir atau dilebih-lebihkan cara pengungkapannya. Gambar karikatur, kerap pula menyajikan tokoh karangan seperti Oom Pasikom, Mang Ohle, dan lain-lain yang ditampilkan secara kritis untuk menyindir situasi sosial yang berlangsung. Tokoh-tokoh karikaturis Indonesia, antara lain, G.M.Sudarta, T. Sutanto, Priyanto, Priyono, Dwi Koen, dan lain-lain.
Gambar karikatur dapat diletakkan pada surat kabar, majalah, buku, atau bahkan dapat berdiri sendiri sebagai suatu catatan sejarah yang unik pada masa periode karya itu dibuat. Karikatur dapat dibuat secara ekspresif, namun dapat pula dibuat dalam bentuk gambar kartun.
4.      Cergam (Cerita Bergambar)
Cergam adalah akronim dari cerita bergambar, yaitu sejenis komik atau gambar yang diberi teks cerita. Bentuk cergam atau komik ini amat bervariasi. Ada yang berbentuk gambar ekspresif, ada yang berbentuk gambar ilustratif, dan ada pula yang berbentuk gambar kartun.
Teknik Menggambar cergam, seperti halnya melihat film, dibuat berdasar urutan cerita dengan berbagai sudut pandang penggambaran yang menarik. Cergam masa kini amat dipengaruhi oleh gaya penggambaran komikus-komikus Jepang yang lebih memilih teknik penggambaran seperti halnya menggambar kartun atau komik strip. Berbeda dengan tahun 1960-1980 an, cergam cenderung dibuat secara ekspresif dan dramatis.
Beberapa tokoh cergam klasik Indonesia antara lain Taguan Hardjo, R.A.Kosasih, Ardisoma, Ganesh Th, Yan Mintaraga, Teguh Santosa, Hans Djaladara, Dwi Koendoro, San Wilantara, dan banyak lagi.
5.      Iklan
Iklan adalah salah satu media komunikasi antara produsen dan masyarakat. Iklan juga dikenal sebagai alat untuk memperkenalkan, mempromosikan, mengkomunikasikan, mempengaruhi, dan sebagai sumber informasi suatu produk atau jasa tertentu kepada masyarakat.
Fungsi sebuah iklan adalah menginformasikan produk-produk baru yang ditawarkan oleh produsen. Selain itu, juga berfungsi untuk memperluas jangkauan pemasaran sebuah produk, jasa, atau informasi. Bahkan banyak pula iklan yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen atau masyarakat.
Jenis iklan antara lain adalah iklan informasi, yaitu iklan untuk menyampaikan pesan maupun informasi profil perusahaan, lembaga, atau kegiatan tertentu.
6.      Poster
Poster adalah media iklan / informasi yang ditempelkan di dinding atau tempat tertentu. Poster dapat dicetak dengan jumlah yang banyak seperti halnya poster film, pertunjukan, ataupun poster promosi. Namun, poster juga dapat dibuat hanya satu atau beberapa buah, sifatnya untuk pemberitahuan, pengumuman,ataupun informasi.
7.      Kulit Muka Buku
Sebagian besar kulit muka buku dimaksudkan agar buku terlihat lebih menarik dan memperluas minat baca. Sehingga, kulit buku dibuat dengan gambar-gambar yang ekspresif, baik gambar yang mencerminkan isi buku ataupun komposisi bentuk yang menarik.
Selain yang telah disebutkan, kemahiran menggambar ekspresif juga dapat dimanfaatkan untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam merancang sebuah produk, bangunan, ataupun karya kerajinan. Tanpa kemahiran menggambar ekspresif, gagasan desain yang paling hebatpun tak akan pernah terkomunikasikan dengan baik kepada pihak lain. Mengingat ilham atau ide kreatif dalam menciptakan sebuah benda kadang-kadang hadir begitu cepat, maka kemahiran menggambar ekspresif amat berguna untuk merekam ide-ide tersebut.
Jadi, gambar ekspresif menjadi bagian penting dalam bidang seni rupa atau desain. Jika gambar bentuk memperlihatkan kemahiran dalam menunjukkan berbagai bentuk yang ada didunia, lewat gambar ekspresif, keunikan dan keindahan seni dapat terlihat.

Gambar Bentuk
        Menggambar bentuk adalah suatu proses pernyataan kembali hasil pengamatan suatu objek gambar yang indah pada bidang gambar. Menggambar bentuk secara umum merupakan kegiatan menggambar yang objek gambarnya berupa bentuk benda. Di dalam penggambarannya, objek benda tersebut hendaklah digambar seobjektif mungkin. Dalam artian, bentukbenda digambarkan secara tepat sesuai dengan keadaannya baik bentuk ataupun warnanya.
        Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa gambar bentuk adalah gagasan bentuk yang diwujudkan diatas bidang gambar melalui kemahiran tangan dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang dibuat denganmemerhatikan ketepatan bentuk dan perspektif, proporsi, serta komposisi sehingga menghasilkan karya yang indah. Dengan perkataan lain, menggambar bentuk sama halnya dengan memotret bentuk benda dengan kemampuan pengelihatan dan kemahiran tangan.




Macam-macam bentuk ada 3 yaitu :
·      Bentuk kubistis. Bentuk kubistis adalah bentuk bentuk yang menyerupai kubus atau benda yang bentuk dasarnya kubus dan balok. Contohnya : lemari, meja, kursi, kardus, kulkas, dll


·      Bentuk silindris. Bentuk silindris adalah benda yang bentuk dasarnya menyerupai silinder atau bulat. Contohnya : gelas, botol, teko, dll.

·      Bentuk bebas. Bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak beraturan atau yang tidak termasuk kubistis dan tidak termasuk silindris. Contohnya : kain, buah buahan, sayur sayuran, dll.


Rabu, 02 November 2011

Batik

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian.


lebih lanjut ikuti link ini

Batik Indonesia


       Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya "wax-resist dyeing".

       Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

       Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

       Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti IndonesiaMalaysiaThailand,IndiaSri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

       Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta

sumber

Sabtu, 29 Oktober 2011

Batik Situbondo Dalam Cengkraman

Antara kepentingan berkarya dan kepentinagan komoditi pasar yang diciptakan oleh pemerintah di Situbondo merupakan harga paten yang mencakup desain batik antara karang dan kerang saja, bagi seniman yang memikirkan suatu karya maka hal tersebut meruppakan hal yang wajar untuk megokohkan suatu pertahanan politik.

Akan tetapi kalau  kita melihat daerah lain yang mempunyai banyak karakter dalam dunia batikya, bahkan Situbondo hanya mempopulerkan satu hazana dunia bawah laut saja, akan tetapi bagaimana kalu tidak dibatasi haya disana saja, bahkan Situbondo mengenal budaya lama Nusantara yang populer seperti halnya perahu, bukankah perahu merupakan simbol kebanggaan Kab. Situbondo, Ayo kembangkan Budaya Bahari Situbondo

bahkan Situbondo mengenal bermacam jenis perahu
dilihat dari segi fungsinya

1  gelete
2  tambengan
3  salerek
4  kapalan
5  kardan
6  polokan
7  skoci
8  godokan
9  parao buja
10 parao lajar
11 parao pancengan
12 parao kater settong

Dan masih bayak lagi jenis perahu Situbondo yang kemungkinana masyarakat kebayakan yang belum mengenalnya, terutama masyarakat Situbondo

Selasa, 29 Maret 2011

Ilustrasi


Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawinglukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.
Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna.

Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
  • Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita
  • Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah
  • Memberikan bayangan langkah kerja
  • Mengkomunikasikan cerita.
  • Menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia.
  • Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan.
  • Dapat menerangkan konsep

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilustrasi


KOMIK

Komik dalam baha-sa Indonesia ber-asal dari kata “comic” yang kurang lebih berarti “lucu”, “ lelucon” atau kata kōmikos dari kōmos ‘revel’ bahasa Yunani yang muncul sekitar abad ke-16. 


Seiring dengan perkembangannya, komik yang tadinya khusus untuk lelucon dan cenderung untuk segmentasi anak-anak mulai bertransformasi menjadi konsumsi remaja dan dewasa, namanya di beberapa negara lain juga berubah dari komik menjadi graphic novel. Suatu karya Komik dapat disebut Graphic Novel bila terbit lebih dari satu volume secara berseri.


Comic dalam bahasa Jepang ialah manga. Tetapi terjadi kerancuan saat menerjemahkan kata ilustrasi atau illustration, membuat gambar atau ilustrasi dengan style gambar Jepang juga disebut manga, harusnya membuat “irasuto” yang artinya ilustrasi atau gambar.

Untuk membuat comic tidak sulit, hal ini dengan syarat terlepas dari pola pikir skill dan style gambar yang kita mampu yang tujuan utamanya adalah membuat comic-nya, dan membuat comic bisa dilakukan sendiri ataupun dengan tim. Mana yang lebih mudah, membuat comic sendiri ataukah secara tim?



I. Membuat comic ada tiga cara yaitu:

I. A. Traditional

Membuat comic dengan alat dan bahan tradisional seperti pensil, nibs (pena), tinta tahan air disebut juga tinta bak (tinta cina atau tinta india), spidol kecil, spidol besar baik yang tahan air (waterproof) ataupun yang tidak, kertas gambar, kertas HVS, cutter, dan hairdryer sebagai pengering.

I. B. Hybrid

Gabungan antara cara tradisional dan cara digital, berapa jumlah dan persentase digital dan tradisionalnya tidak begitu dipermasalahkan yang penting menggabungkan kedua cara tersebut. Secara tradisional, untuk membuatnya  memerlukan alat-alat tradisional pula seperti disebutkan di atas lalu menggabungkannya dengan teknologi dan alat-alat digital seperti scanner, komputer serta graphic dan page lay out softwares.

I. C. Digital

Membuat comic dengan cara murni digital, tanpa menggunakan alat dan bahan tradisional sama sekali, misalnya menggambarnya menggunakan tablet, atau komputer tablet (PC Tablet). Hingga semua proses dilakukan murni secara digital.

Untuk membuat comic secara hybrid dan digital bagi beberapa orang mungkin akan terbentur dana dan juga faktor sulitnya mencari orang yang punya kemampuan multi talents seperti itu. Karenanya, akan dibahas dulu cara yang paling mudah, yaitu membuat comic secara tradisional namun ada beberapa factor yang sama untuk cara traditional, hybrid maupun digital yaitu Internal Factor.



Tema atau gagasan utama, dikembangkan dari ide yang telah dimiliki.
Contoh tema-tema yang ada:

●   Horror
Cerita mistik yang berorientasi untuk membangkitkan rasa takut pada hal-hal mistik, tahayul, hal-hal belum tentu ada dan cenderung mengobral kesadisan, darah dan seks.

●   Science Fiction
Cerita fiksi ilmiah, cerita dibangun berdasarkan acuan teknologi yang telah ada ataupun teknologi yang masih dalam konsep, dikembangkan  lebih jauh, hingga menjadi cerita fiksi yang punya dasar acuan logika seperti     mesin waktu, masa depan, tetang kecanggihan teknologi, cerita fiksi ilmiah ini sangat luas juga segment-nya/ pecahan-pecahannya, sebab bisa digabungkan dengan tema lainnya.

●   Imagination/ Fantasy/ Fiction
Cerita khayalan, cerita hayalan tidak selalu bercerita tentang hal masa depan atau tentang kecanggihan teknologi, tetapi cerita sehari-hari pun kalau di buat berdasarkan imajinasi dan tidak berdasarkan kisah yang terjadi secara nyata, ini juga termasuk kisah imajinasi.

●    Action
Cerita aksi, di mana banyak terjadi adegan perkelahian, petualangan, kejar-kejaran, yang dilakukan oleh seorang atau sekolompok tokoh utama, tema ini juga bisa digabungkan dengan tema lainnya, seperti action science fiction.

●     Drama
Cerita tentang kejadian sehari-hari manusia saat ini yang melibatkan percintaan, kesedihan hidup dan perjuangannya dalam mencapai cinta dan cita-cita yang diimpikannya, kisah drama cenderung mengobral kesedihan, kekecewaan dan kata mengapa-mengapa yang selalu menyesali setiap langkah kehidupannya.

    Drama bisa juga dapat dikembangkan dalam tema hobby, sport, budaya, dan lain-lain. Hingga keberhasilannya dalam mengatasi semua masalah dalam kehidupan-nya     tersebut, atau malah pada ending-nya tidak sukses sama sekali. Cerita drama dapat dibuat berdasarkan imajinasi ataupun mencontoh dan berdasar pada kisah yang pernah dialami oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain.

● Comedy
Kisah lucu dan konyol, mengobral lelucon yang bahkan leluconnya terkesan dipaksakan, bunyi kentut, kata-kata yang diulang-ulang, perlakuan dan perbuatan yang dilebih-lebihkan.
    Kesalahpahaman karena beda persepsi, kesalahan dengar, pemlesetan kata-kata, singkatan-singkatan lucu, memperburuk lagi wajah dan bagian tubuh yang memang sudah buruk, kesalahan di tempat dan waktu yang tidak tepat, kecelakaan yang tidak disengaja ataupun disengaja tetapi tidak membuat tokoh-tokohnya terbunuh, hanya gepeng saja ataupun yang sejenisnya, meniru iklan dan hal-hal yang dianggap konyol lainnya.

●     Wizardry/ Witchcraft
Kisah tentang kekuatan makhluk yang terevolusi lebih tinggi, hingga berkesan seperti magic atau mutant, di masa lalu yang kelam di kerajaan tertentu dan bagaimana usaha seorang hero di masa itu berupaya menyelamatkan kerajaannya dari kekuatan lawan-lawannya yang ingin merebut kerajaannya.

    Selain itu,  cerita seorang ksatria pedang, ksatria panah, ksatria tombak, ataupun ksatria penyihir atau ksatria mutant dengan bantuan alat-alat teknologi tinggi di masa lalu dan teman-teman alien-nya atau monsternya yang berhasil menyelamatkan putri dan kerajaan tertentu dari ancaman kehancuran oleh lawan mereka yang berperan sebagai para antagonis.

●    Mysteri
Cerita yang lebih menjurus pada permainan logika, karena banyak teka-teki yang harus dipecahkan, kebanyakan cerita misteri ini dipakai dalam cerita detektif atau kepolisian, spionase, di mana tokoh hero atau tokoh baik akan berjuang memecahkan teka-teki pembunuhan yang telah, dan akan dilakukan oleh si tokoh antagonis, dan bagaimana cara si tokoh hero atau protagonis ini berusaha untuk membekuk dan membawanya ke jalur hukum untuk mendapatkan balasan dari perbuatannya yang melanggar hukum tersebut.

●     True Story & Based on True Story
Kisah nyata dan berdasarkan kisah nyata, cerita ini tidak semuanya benar, tetapi memang berdasarkan kejadian nyata sebagai dasarnya, tetapi tetap secara keseluruhan adalah hasil imajinasi. Tetapi bila memang kisahnya nyata sungguhan, maka tidak ada kata “based on” langsung saja “true story”.

●     Myth/ Saga/ Legend/ Folklore
Cerita rakyat yang turun-temurun dan bahkan dianggap religius oleh kalangan masyarakat tertentu yang menceritakan tentang kehebatan seorang manusia dengan kekuatan super di masa lalu.

Kekuatan ini berasal dari makhluk yang lebih cerdas dan lebih tinggi peradaban dan teknologinya di masa lalu yang disebut dengan banyak nama seperti ras dewa, ras alien, ras deity, ras tuhan, ras apa pun yang dianggap lebih unggul dari segi teknologi maupun kemampuan fisik & mentalnya. Myth juga punya padan kata lain yaitu Saga, Legend atau Folklore.

Khusus untuk Legend, terjadi pergeseran nilai dan persepsi terkini, yaitu punya definisi baru sebagai kemungkinan untuk memberi penghormatan pada seseorang yang sangat berdedikasi dan master dalam bidang tertentu.

●     Epic
Cerita yang menggunakan penulisan teknik puisi yang panjang untuk menceritakan keberhasilan seorang pahlawan di masa lalu.

●     History/ Based on History
Cerita yang menggunakan referensi sejarah sebagai acuan ceritanya.

●     Fable
Kisah pendek yang langsung menuju pada contoh moral yang ingin disampaikan, biasanya dalam bentuk satwa, tanaman ataupun benda-bendalain yang diasumsikan dapat berbicara, namun cerita fabel tidak selalu identik dengan kisah-kisah satwa yang berperilaku seperti manusia.

●     Sex
Kisah yang orientasinya mengobral seks sebagai sasaran dan hiburannya dalam tema ini.

●     Hybrid Themes
Atau bisa disebut juga dengan Mixed Themes, kisah yang menggabungkan minimal dua tema atau lebih, seperti menggabungkan tema horror dengan science fiction, tema comedy dengan horror sekaligus science fiction.

    Dari semua kategori tema yang ada tersebut, semuanya dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok besar berdasarkan age segmentation (kelompok usia) pembacanya, yaitu: